Rabu, 22 Desember 2010

Proposal Penelitian Kuantitatif


DOWNLOAD FILE
Pengaruh Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI di MAN2 Kediri Tahun 2010

Proposal Penelitian
Disusun Untuk Memenuhi Salah Tugas Mata Kuliah
“Metodologi Penelitian”



Dosen Pengampu:
Iskandar Tsani, M.Ag


 
 

Disusun Oleh:
NURUL AHSIN
9321 121 07



JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) KEDIRI
2010

Pengaruh Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa
Kelas XI di MAN2 Kediri Tahun 2010

A. Latar Belakang
Disadari atau tidak, menurunnya kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama. Walaupun seorang guru sudah berbuat yang terbaik menurut prosedur yang ada tanpa dukungan dari berbagai pihak, niscaya tujuan pendidikan tidak akan tercapai dengan baik. Di sinilah kita perlu memadukan antara faktor lingkungan dengan faktor alami berupa potensi yang dimiliki anak itu sendiri.
Faktor potensi anak yang tak kalah pentingnya adalah minat belajar anak-anak yang kurang memiliki minat dalam belajar, maka akan menunjang suatu sikap dan prilaku yang membias dari anak normal lainnya. Misalnya saja anak sering membolos, tidak antusias dalam belajar, sering membuat kegundahan dalam kelas, pessimis, agresif dan sering memberontak. Hal semacam ini akan teraplikasikan pada pencapaian tujuan pembelajaranyang menurun atau prestasinya menurun.[1]
Berbicara tentang minat, penulis tidak lepas dari masalah kejiwaan manusia. Oleh karena minat adalah salah satu aspek psikis yang ada pada setiap manusia. Apabila seseorang menaruh minat terhadap sesuatu, maka orang tersebut akan berusaha dengan sekuat mungkin untuk memperoleh yang diinginkannya. Usaha yang dilakukan oleh seorang tersebut, dapat terjadi karena adanya dorongan dari minat yang dimilikinya. Dengan demikian minat adalah motor penggerak yang ada dalam diri seseorang untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan.
Begitu juga siswa yang mempunyai minat dalam dirinya untuk belajar, maka siswa tersebut dapat dengan mudah menyerap materi pelajaran yang dipelajarinya. Sebaliknya, tanpa adanya minat dan perhatian dalam diri seseorang siswa terhadap apa yang dipelajarinya. Mereka tidak akan dapat menguasai materi pelajaran yang dipelajarinya itu dengan baik. Oleh karena itu, minat belajar siswa sangat perlu diperhatikan dan ditingkatkan oleh guru sebagai pendidik di sekolah. Minat adalah satu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan suatu hubungan antara diri sendiri dan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.
Dalam hubungannya dengan kegiatan belajar, minat menjadi motor penggerak untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan, tanpa dengan minat, tujuan belajar tidak akan tercapai. Untuk mengetahui lebih jelas pengaruh minat terhadap siswa dalam belajar, terlebih dahulu penulis mengemukakan pendapat para ahli tentang belajar itu sendiri. Secara umum belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan perilaku akibat interaksi individu lingkungannya. Abu Ahmadi mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: ”Murid belajar dengan seluruh tenaga dan jiwanya, tidak hanya dengan pikirannya saja, setelah guru menyajikan bahan pelajaran dengan segala macam usaha dan upaya maka sekarang menjadi tugas anak untuk mengelola bahan pelajaran, mengingatnya dan mempergunakannya pada waktu ia berpikir di dalam seluruh kehidupannya”.
Untuk mencapai tujuan belajar yang dimaksud diperlakukan adanya faktor pendorng atau minat dalam diri setiap siswa yang belajar. Dengan demikian, adanya minat dalam diri siswa yang belajar, mereka dapat memusatkan perhatiannya terhadap bidang studi yang dipelajarinya. Jika minat siswa dapat dibangkitkan, kemudian seluruh perhatiannya dapat dipusatk kepada bidang studi yang dipelajarinya, keadaan kelas dapat menjadi tenang. Sebab siswa tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan hal-hal yang melanggar ketertiban kelas. Dengan demikian prose belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik dan siswa pun dapat mencapai tujuan belajar sebagaimana yang diharapkan.
Penelitian psikologi menunjukkan bahwa kurangnya minat belajar dapat mengakibatkan kurangnya rasa ketertarikan pada suatu bidang tertentu, bahkan dapat melahirkan sikap penolakan kepada guru.
Minat merupakan salah satu faktor pokok untuk meraih sukses dalam studi. Penelitian-penelitian di Amerika Serikat mengenai salah satu sebab utama dari kegagalan studi para pelajar menunjukkan bahwa penyebabnya adalah kekurangan minat
Oleh karenanya itu, penulis berinisiatif untuk mengkaji lebih mendalam melalui kegiatan penelitian ini yang erat kaitannya dengan masalah minat belajar dan juga pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa kelas XI di MAN2 Kediri tahun 2010..

B. Rumusan Masalah
Bertolak dari latar belakang di atas, maka penulis membatasi diri untuk mengkaji variabel-variabel yang ada dalam bentuk rumusan masalah yang menjadi fokus perhatian dan penelitian ini. Adapun rumusan masalah yang penulis maksudkan adalah:
1. Bagaimana tingkat Minat Belajar Siswa kelas XI di MAN2 Kediri tahun 2010?
2. Bagaimana Prestasi Belajar Siswa kelas XI di MAN2 Kediri 2010?
3. Adakah pengaruh Minat Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa kelas XI di MAN2 Kediri tahun 2010?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, adalah sebagai berikut:
1. Ingin mengetahui tingkat Minat Belajar Siswa kelas XI di MAN2 Kediri tahun 2010.
2. Ingin mengetahui Prestasi Belajar Siswa kelas XI di MAN2 Kediri tahun 2010.
3. Ingin mengetahui besarnya Pengaruh Minat Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa kelas XI di MAN Kediri tahun 2010.

D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah suatu pernyataan yang masih harus diuji kebenarannya secara empiric[2]. Pada umumnya hipotesis dinyatakan dalam dua bentuk, yaitu suatu hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungan antara variabel yang dipermasalahkan (biasanya dilambangkan dengan Ho), dan suatu hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh antara variabel bebas (minat belajar) terhadap varibel terikat (prestasi belajar) yang biasa dilambangkan dengan H1[3]. Sehingga hipotesis pada penelitian ini dapat dirumuskan:
1.      (Ha) Ada pengaruh yang positif antara Minat Belajar Siswa kelas XI di MAN2 Kediri tahun 2010 terhadap Prestasi Belajar mereka.
2.      (Ho) Tidak ada pengaruh yang positif antara Minat Belajar Siswa kelas XI di MAN2 Kediri tahun 2010 terhadap Prestasi Belajar mereka.
Dalam penelitian ini yang penulis pakai adalah hipotesis yang mengandung pernyataan hubungan sebab akibat yang positif, yang artinya bahwa terdapat pengaruh dalam minat belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI di MAN2 Kediri tahun 2010.

E. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan/manfaat yang akan diperoleh melalui penelitian ini antara lain:
1. Dengan mengetahui tingkat minat belajar siswa menjadi sumber informasi bagi seorang guru untuk lebih menumbuh-kembangkan minat belajar siswanya.
2. Dengan mengetahui tingkat minat belajar siswa menjadi sumber iklim yang kondusif agar anak secara leluasa dapat mengembangkan minat dan bakat yang dimilikinya.
3. Diharapkan semua dapat lembaga yang terkait dalam bidang pendidikan agar dapat memperbaiki sistem yang ada supaya anak dapat mencapai tingkat perkembangan yang optimal.
4. Sebagai bahan kajian ilmiah lebih lanjut bagi peneliti yang ingin meneliti lebih lanjut.
5. Sebagai usaha dalam meningkatkan pengetahuan di bidang penelitian pendidikan.
6. Sebagai masukan bagi penulis untuk mengembangkan wacana belajar.
7. Sebagai masukan guru dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa.
8. Sebagai salah satu bahan referensi bacaan yang dapat dijadikan sumber informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengembangkan ilmu pengertahuan dan teknologi pada umumnya dan penelitian pada khususnya.
F. Ruang Lingkup Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan variabel penyebab (bebas) dan variabel akibat (terikat), kata variabel berasal dari bahasa inggris “variable” yang artinya “ubahan”, “fakto r tak tetap” atau “gejala yang dapat diubah”, variabel pada dasarnya bersifat kualitatif namun dilambangkan dengan angka.[4]
Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah: Pertama, minat belajar dalam proses belajar mengandung arti yang sangat luas sekali, sehingga dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup penelitian yang berhubungan dengan minat belajar yang ditunjukkan dengan beberapa indikator sebagai berikut:
1. Aktif masuk sekolah
2. Membawa perlatan sekolah yang sesuai
3. Membut catatan
4. Memperhatikan pelajaran
5. Mengerjakan tugas yang diberikan guru
6. Aktif dalam kelas
7. Mengulangi pelajaran yang diberikan guru
8. Rajin dan telaten mengerjakan tugas
Kedua, prestasi belajar disini peneliti batasi dalam lingkungan lembaga pendidikan MAN2 Kediri Kelas XI tahun 2010 dengan meneliti hasil prestasi siswa dalam bentuk nilai raport.

G. Penegasan Istilah
Berkenaan dengan judul “Pengaruh Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI di MAN 3 Kediri Tahun 2010”, maka perlu dijelaskan maksud dari istilah-istilah yang dimaksud adalah:


1. Pengaruh
Kata “Pengaruh” menurut WJS. Pordarminta adalah daya yang ada atau yang timbul dari sesuatu (orang, benda dsb)[5]. Yang dimaksud pengaruh adalah adanya hubungan sebab akibat antara variable bebas (minat belajar) dan variable terikat (prestasi belajar)
2. Minat Belajar
Minat adalah perhatian kepada sesuatu[6]. Sedangkan belajar adalah usaha untuk mendapatkan kepandaian[7].
Berdasarkan penjelasan tersebut di atas, maka dapat kita tarik suatu pengertian bahwa minat belajar adalah sutu dikap siswa yang berusaha unutk mendapatkan kepandaian, dengan indikatornya yaitu aktif masuk sekolah, membawa perlatan sekolah yang sesuai, membut catatan, memperhatikan pelajaran, mengerjakan tugas yang diberikan guru, aktif dalam kelas, mengulangi pelajaran yang diberikan guru, rajin dan telaten mengerjakan tugas.
3. Prestasi Belajar
Prestasi dapat dirtikan segala pekerjaan yang berhasil, dimana prestasi ini menunjukkan kecakapan seorang manusia.[8] Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan angka nilai yang diberikan oleh guru.[9]

H. Metodologi Penelitian
1. Rancangan Penelitian
Pola yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya, apabila ada seberapa erat hubungan serta berarti tidaknya hubungan tersebut[10]

2. Populasi dan Sample
Populasi adalah jumlah keseluruhan unit analisis, yaitu subjek yang diteliti[11]. Adapun yang menjadi sample populasi dalam kegiatan penelitan ini adalah siswa MAN2 Kediri yang berjumlah + 480 siswa, untuk memudahkan penelitian ini penulis membatasi pada siswa yang masih duduk di kelas XI yang berjumlah + 160 siswa.
Sample penelitian adalah suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan yang dianggap dapat menggambarkan populasi.[12] Adapun sample dalam penelitian ini adalah siswa yang masih duduk dikelas XI dari jumlah keseluruhan para siswa, unutk lebih mudahnya peneliti mengambil sebesar 20% dari jumlah populasi yang ada, dengan jumlah tersebut diharapkan sudah mewakili dari jumlah populasi yang ada karena sudah menjadi ketentuan dalam pengambilan jumlah sample.

3. Instrumen Penelitian
Instrument adalah alat bantu yang digunakan untuk memperoleh atau mengumpulkan data, sebagaimana yang dikemukakan S. Margono sebagai berikut: “pada umumnya penelitian akan berhasil apabila banyak menggunakan instrument, sebab data yang diperlukan untuk menjawab penelitian (masalah) dan menguji hipotesis diperoleh melalui instrument. Instrument sebagai sebagai alat Bantu mengumpulkan data harus betul-betul dirancang dan dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan data empiris sebagaimana adanya.[13]



Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Angket
Dalam penelitian ini angket digunakan sebagai alat bantu yang dipakai untuk pengumpulan data berupa daftar pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan topik penelitian dan alternative jawabannya yang ditujukan kepada responden untuk mengetahui tingkat minat belajar responden.
2. Dokumentasi
Pedoman dokumentasi ini merupakan alat atau benda yang dapat memberikan atau menyimpan berbagai macam keterangan. Dalam hal ini penulis menggunakan antara lain :
1. Data, jadwal belajar dan catatan – catatan harian yang dimiliki oleh siswa untuk mengetahui minat belajar siswa.
2. Data tentang absensi, nilai harian, dan nilai raport siswa, yaitu untuk mengetahui tentang keaktifan dan hasil belajar serta prestasi yang telah dicapai oleh para siswa.
3. Observasi
Metode observasi biasanya diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan sistematis fenomena-fenomena yang diselidiki, dalam arti luas observasi sebenarnya tidak terbatas peda pengamatan yang di lakukan baik secara langsung dengan menggunakan questioner dan test. Dalam pengertian yang lain observasi diartikan sebagai alat bantu yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data secara langsung dengan mengamati siswa dan guru dalam proses belajar mengajar dalam kelas.

4. Pengumpulan Data
Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan beberapa metode antara lain:
1. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa raport, catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasit, notulen, agenda, dan sebagainya.[14]
Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi mengenai seberapa jauh minat belajar dari para siswa kelas XI MAN2 Kediri, nilai mata pelajaran yang dibukukan dalam raport, serta dokumen-dokumen lain yang terkait dengan penelitian.
2. Metode Angket
Angket merupakan sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk memperoleh informasi dari  responden.[15]
Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi dari para siswa mengenai kegiatan belajar sehari-hari, proses belajar mengajar di kelas, materi yang disampaikan, dan aplikasi para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
3. Metode Observasi
Metode observasi adalah Tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung.[16]
Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi mengenai letak geografis MAN2 Kediri, proses belajar  mengajar, sarana prasarana, dan hal-hal yang ada di lembaga tersebut.

5. Analisis Data
Analisis data adalah suatu cara yang digunakan oleh penulis untuk menganalisa atau membuktikan apakah hasil penelitian itu benar-benar sesuai dengan teori yang ada atau tidak, dengan tujuan untuk membatasi penemuan-penemuan sehingga menjadi suatu data yang teratur serta tersusun dan lebih baik. Sehubungan dengan hal tersebut pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan tehnik statistic, yaitu tehnik analisis korelasi product moment, untuk menguji hipotesis “Pengaruh Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI di MAN2 Kediri Tahun 2010”, karena data yang akan diuji merupakan data interval dan rasio, yang memiliki hipotesis asosiatif dan merupakan statistic parametrik, maka rumus korelasi yang digunakan adalah korelasi product moment dengan rumus sebagai berikut :
Dimana:
     = koefisien korelasi antara x dan y
y          = product dari x
x          = product dari y
N         = Jumlah sampel
Adapun uji signifikansi koefisien korelasinya menggunakan statistic uji t degan rumus sebagai berikut :


[2] Sulkan Yasin, Sunarto Hapsoyo, Kamus Bahasa Indonesia, (Surabaya: Mekar, 1990), 103
[3] Irawan Soehartono, Metode Penelitian Sosial, (Bndung:PT.Remaja Rosdakarya, 1995), 26.
[4] Anas Sudijono, PEngantar Statistik Pendidikan, (Bandung: Rajawali Press, 1999), 33.
[5] WJS. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta:Balai Pustaka, 1984), 664.
[6] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:Balai Pustaka, 1988), 583.
[7] Ibid.
[8] Adi Negoro, Ensiklopedi Umum Bhsa Indonesi, (Jakarta:Bulan Bintang, 1995), 29.
[9] Firdatul Mahmudah, Skripsi “Pengaruh Pengajaran Remedil TErhadap Prestasi Belajar Siswa di MTs.Miftahul Huda Ngreco kndat Kediri”, (Kediri: STAIN Kediri 2004), 5.
[10] Sanafiah Faisal, Format-format Penelitian, (Jakarta: Rajawali Press, 1989), 20.
[11] Irawan Soehartono, metodePenelitian Sosial, (Bndung:PT.Remaja Rosdakarya, 1995), 57.
[12] Ibid, 57.
[13] S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jkarta: Rineka Cipta, 1997), 155.
[14] S, Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah . (Jakarta : Rineka Cipta, 1996),  155.
[15] Suharsini Arikunto, Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktek. (Jakarta : Rineka Cipta, 1997), 206.
[16] Husain Usman & Purnomo Setiady, Metodologi Penelitian (Jakarta : Bumi Aksara, 1968), 57.

Dapatkan file dengan download disini...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar